Senin, 25 Agustus 2014

TK Kyai Mojo

Pendidikan di Indonesia ini memang memiliki beragam rupa. Saya secara kebetulan bergaul dan kecempung dalam lingkungan yang nggak jauh-jauh dari masalah pendidikan dan perkembangan anak-anak ini. Terutama anak-anak di taman kanak-kanak dan pendidikan dasar. Dari pergaulan saya ini saya jadi akrab dan cukup tau dengan beberapa macam pendidikan yang berkembang atau tidak berkembang saat ini. 
Beberapa sekolah menjual kurikulum impor, inklusi, bilingual atau trilingual, dan memiliki berbagai fasilitas yang kelas satu. Beberapa sekolah lain masih berjibaku dengan jumlah murid yang semakin menipis, dan kondisi keuangan yang juga tipis. Kali ini saya berdiri di sisi TK Kyai Mojo, sekolah dengan murid dan keadaan yang begitulah...

Emang Kami Misa?

Beberapa hari ini saya mengikuti persiapan seorang teman dalam mempersiapkan Ekaristi Kaum Muda atau EKM di desanya. Persiapan dan segala hal tentang EKM ini membawa ingatan saya pada sebuah EKM yang saya ikuti beberapa bulan yang lalu yang menimbulkan perdebatan dan meriah dengan berbagai artikel pro-kontra yang mengikutinya. Saya sendiri nggak dong dengan masalah Liturgi yang diperdebatkan.
Saya dan OMK saya di Temanggung bertaun-tahun yang lalu juga pernah membuat EKM kami sendiri. Dua yang saya ingat betul. Satu untuk tahun baru 2006, satu lagi untuk hari Valentine 2006.

Analisis Artikel Jokowi dan Perpustakaan

Ini adalah tulisan yang dikumpulkan kepada Bapak Haryatmoko sebagai tugas akhir semester mata kuliah Hermeneutika.


JJ Rizal, Sejarawan, @JJRizal, Majalah Gatra, 19-25 Juni 2014

diambil dari twitter @JJRizal



Adakah cara yang paling gampang untuk mengukur sebuah kota beradab atau tidak? Pertanyaan ini muncul pada hari mulia, World Book Day, di Museum Nasional Jakarta 23 April lalu dalam diskusi memperingati Kartini. Siapapun tahu, Kartini dan buku seperti gigi dengan gusi; dekat sekali.

Rabu, 09 Juli 2014

Pertanyakan Sejarahmu!





Judul buku: The 100 Year Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared
Pengarang: Jonas Jonasson
Halaman: 508 halaman isi
Penerbit: Bentang Pustaka


Menarik! Itulah kata yang muncul saat saya melihat buku ini untuk pertama kalinya, apalagi setelah saya membaca sinopsis di bagian belakang buku hijau ini.

Rabu, 02 Juli 2014

Panjang Usia Mbah Jan


Renta usianya, entah berapa pastinya aku tidak pernah bertanya. Wajah legamnya sudah penuh keriput, pendengarannya pun sudah banyak berkurang, tetapi pijatannya masih mantap terasa, pijatan yang sering diberikannya secara cuma-cuma kepada kami. Mbah Jan namanya, semua orang memanggilnya begitu. Aku tidak tahu siapa nama lengkapnya, untuk ini aku juga tidak pernah bertanya. Mungkin aku tidak cukup peduli dengan keberadaanya, hingga aku tidak cukup ingin tahu siapa dirinya, tapi aku tahu beberapa hal mengenai dirinya.
Beberapa hari yang lalu aku main lagi ke Pingit. Awal tahun ajaran seperti ini selalu memberi kegiatan ekstra untuk kulakukan di Pingit. Ada beberapa administrasi yang harus diselesaikan, mungkin juga ada beberapa anak yang harus didaftarkan masuk sekolah. Kegiatan yang sudah kulakukan selama beberpa tahun belakangan ini. Dan siang kemarin aku datang lagi ke Pingit. Siang hari di awal puasa yang panas.