Postingan

Tahun Apalah ini?

Gambar
Dua ribu duapuluh enam baru masuk bulan ketiga, tapi rasanya hidup begini amat ya... Berita kematian yang datang tidak habis-habisnya. Salah satu yang sangat mengejutkan adalah hilangnya Mas Sigit, tukang fotocopy kesayangan yang dikabarkan hilang saat mancing di tepi laut. Kabar yang datang seminggu setelah kejadian gegara aku mau pesan buku dan ga dibalas-balas, malah dapat berita mengejutkan.  Berita lain adalah PHK yang terjadi di lingkaran A1, lalu kasus KS yang menimpa teman satu komunitas. Untuk pertama kalinya aku melihat KS dari sisi pelaku. Melihat dan bahkan mengalami sendiri kekacauan yang terjadi karena satu kejadian yang dilakukan dengan tidak adanya pertimbangan. Memperbaiki beberapa kerusakan yang ditinggalkan, ikut merasakan khawatirnya akan masa depan beberapa orang yang aku kenal langsung manusianya.  Belum habis rasa terkejut ini, masih menyesuaikan diri dengan semua perubahan yang terjadi. Semalam satu lagi kabar kematian datang. Dab Supri bakso yang pergi...

Kecanduan Dracin, Merasa Sia-Sia Sudah Sekolah dan Belajar Berpikir Logis

          Akhir-akhir ini, nonton drama Cina atau dracin menjadi salah satu kegiatan doom scrolling yang paling sering saya lakukan. Biasanya potongan dracin vertikal ini akan lewat ketika melihat story-story di Instagram. Kalau menarik, saya akan mencari lanjutannya di Tiktok. Rasanya puas kalau bisa menemukan akun yang sudah buat playlist dan tinggal melanjutkan scrolling sampai habis. Biasanya drama Cina ini akan melibatkan hubungan cinta dan kekayaan yang luar biasa. Dua dracin yang saya tonton sampai akhir adalah tentang perempuan yang mempunyai guci ajaib yang membuat dia bisa berkomunikasi dan saling mengirimkan barang atau pesan dengan seorang perwira kerajaan di masa lalu. Pada awalnya yang dikirim masih dirasa umum dan “masuk akal” bisa dikirimkan dengan guci. Surat, air, makanan. Lama-lama yang dikirimkan semakin ekstrem. Handphone, tablet untuk mengambil foto di masa lalu, sampai mobil dan senapan untuk mengubah sejarah kekalahan perwira dari masa...

Catatan Harian Chindo-Agency

Jumat, 5 September 2025 Sudah seminggu sejak 28 Agustus kemarin. Situasi rasanya sudah berhasil dideeskalasi. Tidak lagi terdengar ada demo besar yang sampai membuat adanya kebakaran atau penjarahan. Rasanya semua pihak bekerja sama untuk menurunkan tensi. Netizen saling mengingatkan, DPR juga sudah mulai merespon berbagai tuntutan masyarakat, bahkan kemarin sudah secara resmi menerima perwakilan rakyat yang diwakilkan oleh beberapa influencer. Tentu keadaan tidak reda semudah itu. Masih ada beberapa anggota pemerintah yang melakukan blunder susulan dengan pernyataan kontroversial, lalu klarifikasi. Ada hoax dan isu baru di masyarakat, seperti isu penggunaan warna pink yang tiba-tiba saja jadi polemik. Sesuatu yang bukannya tidak diduga sebelumnya. Semakin berjalannya waktu, maka kondisi akan semakin terfragmentasi kupikir. Dari banyak hal yang terjadi, untukku yang menarik adalah pada beberapa demo terakhir, aparat melakukan pendekatan yang berbeda. Seperti di Jepara dan di Ka...

Catatan Harian Chindo-Demo

  Senin, 1 September 2025   Baru empat hari dari kejadian Affan yang dilindas oleh polisi, tapi rasanya sudah berlangsung lama sekali. Hari-hari setelahnya saya habiskan untuk memantau berita di internet. Setelah malam itu demo berlangsung di tengah hujan sampai pagi, lalu berlanjut ke keesokan harinya di semakin banyak tempat, lalu berlanjut lagi sampai hari ini. Hari ini sudah 7 orang yang tercatat pergi. Entah yang tidak tercatat. Satu mahasiswa dari Yogyakarta yang katanya lehernya patah dan tubuhnya penuh luka pukulan. Tidak bisa saya bayangkan menjadi orangtuanya dan menerima jasad anak mereka yang penuh luka. Banyak gedung sudah terbakar, mobil, halte. Museum dijarah. Rumah empat orang pejabat dijarah. Live Tiktok yang selama ini menjadi alat untuk merekam kenyataan di lapangan mati, fiturnya hilang dari aplikasi. Menariknya, suasana di Tiktok yang tadinya mencekam, langsung berubah total. Beranda jadi berisi konten-konten yang tidak lagi relevan dengan kondisi ...

Chindo dan Negara Hari Ini

Sejak semalam aku mengikuti postingan-postingan di media sosial tentang demo terakhir di Jakarta. Ada seorang pengemudi Ojol tewas dilindas mobil polisi. Jika aku tidak salah ingat, ini adalah korban tewas pertama sejak rangkaian demo Indonesia Gelap. Dan menurutku, ketika sudah ada korban tewas, maka ini bisa jadi akan menjadi titik di mana kita tidak lagi bisa kembali. Pagi tadi, berita komandan Brimob juga meninggal dunia. Kemarahan pasti sudah ada di dua sisi. Tiktok masih menyiarkan live orang berlarian di jalan dalam hujan sampai dini hari tadi, dan tampaknya tidak beristirahat sampai siang ini. Sosial media ramai, semua orang yang aku ikuti, bahkan influencer skin care yang tidak pernah berbicara politik dan demokrasi, pagi   ini ikut membicarakan Affan Kurniawan, nama yang bisa jadi akan seperti Wawan, atau Moses. Nama yang tewas saat memperjuangkan Demokrasi. Semua orang marah. Kemarahan yang pasti bukan saja terjadi karena satu kejadian ini. Kemarahan banyak orang yan...

300M yang Mengubah Hidup

Hampir semua orang kalau dapat 300M, pasti hidupnya berubah. Tapi kali ini uangnya tidak ada beneran, hanya khayalan gembel saya dengan seorang teman. Jika teman saya ini punya 7T yang entah dari mana, dia hanya Mbak-mbak pegawai Bank biasa tapi sedang mencoba trading, maka dia akan memberi saya 300M. Kami berencana akan membuat rumah atau ruangan buat menyimpan uang tersebut. Entah kenapa kami membayangkan uangnya akan berupa cash dan akan tumpah-tumpah gitu di simpannya. Jadi ruangan penyimpanan uang itu harus bisa dibuka dari atas biar uangnya engga mawut-mawut. Nah, jika punya uang sebanyak itu, mau ngapain terusan. Tentu saya dan teman saya yang biasa hidup ngepas ini akan berfoya-foya. Bayar-bayar hutang, beli-beli kebutuhan primer semacam rumah, dan mobil. Saya memilih untuk alokasi uang untuk perawatan kesehatan. Mungkin mencari alternatif pengobatan yang bukan BPJS untuk urusan mata. Mencari tahu apakah benar di Jepang ada suntikan yang bisa menumbuhkan gigi yang sudah tangg...

Menemukan Diri, Menjadi Penulis